Gelar Pelatihan di Makassar, AMAN dan UNESCO Perkuat Keselamatan Jurnalis Perempuan Adat

Avatar photo

- Penulis

Selasa, 19 Mei 2026 - 22:17 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hadapi Ancaman Kekerasan, 14 Jurnalis Perempuan Adat Digembleng Pelatihan Keamanan di Makassar.

Hadapi Ancaman Kekerasan, 14 Jurnalis Perempuan Adat Digembleng Pelatihan Keamanan di Makassar.

Temukata.com, Makassar – Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) bersama Tempo Witness, dengan dukungan International Programme for the Development of Communication (IPDC) UNESCO, menggelar pelatihan penguatan kapasitas bertajuk “Meningkatkan Keselamatan Jurnalis Perempuan Adat yang Meliput Isu-isu Hak Masyarakat Adat” di Makassar, Sulawesi Selatan, yang berlangsung pada 18–21 Mei 2026.

Pelatihan intensif selama empat hari ini diikuti oleh 14 jurnalis perempuan adat dari berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Bali, Jayapura, Maluku, Maluku Utara, Papua Selatan, Sulawesi Selatan, dan Tana Luwu, sebagai upaya konkret dalam membekali mereka menghadapi risiko keamanan saat menyuarakan hak-hak komunitasnya.

Dalam sambutan yang disampaikan secara daring, Kepala Unit Komunikasi dan Informasi Kantor Regional UNESCO Jakarta, Ana Lomtadze, menegaskan bahwa media yang bebas, independen, dan pluralistik sangat krusial bagi publik untuk memahami tantangan global serta menjalankan hak-hak dasar.

Baca Juga :  Polemik PSEL Makassar: Gelombang Penolakan Lokasi di Tamalanrea Terus Meluas

Berdasarkan data UNESCO, lebih dari 70 persen jurnalis lingkungan pernah mengalami serangan, sementara tiga dari empat jurnalis perempuan kerap menghadapi kekerasan daring yang berdampak serius pada kondisi psikologis mereka.

Kenyataan pahit ini melatarbelakangi urgensi penyediaan ruang belajar dan sistem dukungan kolektif bagi jurnalis yang bergerak di wilayah rentan dan komunitas adat.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Pengurus Harian AMAN Wilayah Sulawesi Selatan, Tendri Itti, mengungkapkan bahwa selama ini Masyarakat Adat kerap didera diskriminasi, kriminalisasi, stigma kemiskinan, hingga perampasan wilayah adat yang minim dokumentasi publik.

Melalui pelatihan yang difasilitasi oleh dua pemateri dari Tempo Witness, Harry Surjadi dan Agung Sedayu, para peserta digembleng dengan berbagai materi krusial mulai dari mitigasi risiko hukum dan fisik, keamanan digital, hingga penanganan isu psikososial.

Baca Juga : 

Inisiatif strategis ini tidak hanya bertujuan memperkuat nyali jurnalis perempuan adat dalam menyuarakan realitas lapangan, tetapi juga menjadi bagian dari langkah besar UNESCO dalam menyusun Prosedur Operasional Standar (SOP) keselamatan serta mendorong produksi liputan mendalam terkait isu-isu Masyarakat Adat.

 

Follow WhatsApp Channel temukata.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Ada Penggelapan Pajak PT Catur, Praktisi Hukum Desak Kejati Sulsel Turun Tangan
IKA ISMEI Sulselbartra Tantang Kapolda Sulsel Baru, Penanganan Konkrit Perang Kelompok di Makassar
Diduga Belum Terverifikasi di SPIONAM, Aktivitas Angkut Ore Nikel di Jetty PT AMI Disorot HMI Kolaka
DPO Narkoba Meninggal Usai Ditangkap, LKBHMI Desak Kapolri Copot Kapolda Sulsel
SPMP LAPORKAN KERUGIAN ANGGARAN BOP TAHUN 2025 KE KEJAKSAAN NEGERI GOWA
Petani Sulsel Bentuk Simpul Agroekologi, Inisiatif Lokal Konsolidasi Gerakan Kedaulatan Pangan
Pimpin RDP di Lapas Tangerang, Dewi Asmara Dorong Kepastian Hukum Hak Cuti Warga Binaan
Weekend Trip Kodingareng Dorong Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Pulau

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:57 WITA

Dugaan Ada Penggelapan Pajak PT Catur, Praktisi Hukum Desak Kejati Sulsel Turun Tangan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 18:02 WITA

IKA ISMEI Sulselbartra Tantang Kapolda Sulsel Baru, Penanganan Konkrit Perang Kelompok di Makassar

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:46 WITA

Diduga Belum Terverifikasi di SPIONAM, Aktivitas Angkut Ore Nikel di Jetty PT AMI Disorot HMI Kolaka

Rabu, 30 September 2026 - 17:41 WITA

DPO Narkoba Meninggal Usai Ditangkap, LKBHMI Desak Kapolri Copot Kapolda Sulsel

Selasa, 29 September 2026 - 21:08 WITA

SPMP LAPORKAN KERUGIAN ANGGARAN BOP TAHUN 2025 KE KEJAKSAAN NEGERI GOWA

Berita Terbaru

Pemerintahan

KKG PJOK KOTA MAKASSAR SUKSES GELAR FOURFEO PICKLEBALL TAHUN 2026

Senin, 5 Okt 2026 - 09:33 WITA